Sabtu, 18 Agustus 2012

PENDIDIKAN


PELATIHAN GURU UNTUK PENGEMBANGAN PROFESI

A.Pelatihan untuk Perubahan
Kegiatan pelatihan bagi guru pada dasarnya merupakan suatu bagian yang integral dari manajemen dalam bidang ketenagaan di sekolah dan merupakan upaya untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan guru sehingga pada gilirannya diharapkan para guru dapat memperoleh keunggulan kompetitif dan dapat memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya. Dengan kata lain, mereka dapat bekerja secara lebih produktif dan mampu meningkatkan kualitas kinerjanya. Alan Cowling & Phillips James (1996:110) memberikan rumusan pelatihan sebagai: “perkembangan sikap/pengetahuan/keterampilan pola kelakuan yang sistematis yang dituntut oleh seorang karyawan (baca : guru) untuk melakukan tugas atau pekerjaan dengan memadai”
Dengan meminjam pemikiran Sondang Siagian (1997:183-185) ,di bawah ini akan dikemukakan tentang manfaat penyelenggaraan program pelatihan, baik untuk sekolah maupun guru itu sendiri.
Bagi sekolah setidaknya terdapat tujuh manfaat yang dapat dipetik, yaitu: (1) peningkatan produktivitas kerja sekolah sebagai keseluruhan; (2) terwujudnya hubungan yang serasi antara atasan dan bawahan; (3) terjadinya proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat; (4) meningkatkan semangat kerja seluruh tenaga kerja dalam prganisasi dengan komitmen organisasional yang lebih tinggi; (5) mendorong sikap keterbukaan manajemen melalui penerapan gaya manajerial yang partisipatif; (6) memperlancar jalannya komunikasi yang efektif; dan (7) penyelesaian konflik secara fungsional.
Sedangkan manfaat pelatihan bagi guru, diantaranya : (1) membantu para guru membuat keputusan dengan lebih baik; (2) meningkatkan kemampuan para guru menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya; (3) terjadinya internalisasi dan operasionalisasi faktor-faktor motivasional; (4) timbulnya dorongan dalam diri guru untuk terus meningkatkan kemampuan kerjanya; (5) peningkatan kemampuan guru untuk mengatasi stress, frustasi dan konflik yang pada gilirannya memperbesar rasa percaya pada diri sendiri; (6) tersedianya informasi tentang berbagai program yang dapat dimanfaatkan oleh para guru dalam rangka pertumbuhan masing-masing secara teknikal dan intelektual; (7) meningkatkan kepuasan kerja; (8) semakin besarnya pengakuan atas kemampuan seseorang; (9) makin besarnya tekad guru untuk lebih mandiri; dan (10) mengurangi ketakutan menghadapi tugas-tugas baru di masa depan.
Selanjutnya, pada bagian lain Alan Cowling & Phillips James (1996:110) mengemukakan pula tentang apa yang disebut learning orgazanizaton atau organisasi yang mau belajar. Dalam hal ini organisasi diperlakukan sebagai sistem (suatu konsep yang akrab disebut systems theory) yang perlu menanggapi lingkungannya agar tetap hidup dan makmur. Menurut pandangan ini, sebuah organisasi akan mengembangkan suatu kemampuan untuk menanggapi perubahan-perubahan di dalam lingkungannya, yang memastikan bahwa trasformasi internal terus-menerus terjadi.
Dengan demikian, suatu organisasi atau sekolah yang mau belajar dapat dikatakan sebagai suatu organisasi yang memberikan kemudahan kepada anggotanya untuk melakukan proses belajar dan terus-menerus mengubah dirinya sendiri. Salah satu wujud sekolah sebagai learning organization adalah adanya kemauan belajar dari para guru untuk senantiasa meningkatkan kemampuannya, dan salah satunya melalui kegiatan pelatihan. Dengan demikian, upaya belajar tidak hanya terjadi pada kalangan siswa semata.

B. Langkah-Langkah Pelatihan
Agar kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh suatu sekolah benar-benar dapat memberikan manfaat bagi kemajuan guru maupun bagi organisasi itu sendiri, maka perlu ditempuh beberapa langkah dalam suatu kegiatan pelatihan.
Alan Cowling & Phillips James (1996:110) mengemukakan tentang pendekatan yang sistematis dalam pelatihan meliputi empat tahap, yang mencakup : tahap I: mengenali kebutuhan-kebutuhaan, tahap II: merencanakan untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan itu, tahap III: Pelaksanaan dan Tahap IV: evaluasi.
Sementara itu, Sondang Siagian (1997:185-203) memaparkan tujuh langkah dalam kegiatan pelatihan, yaitu : (1) Penentuan kebutuhan; (2) Penentuan sasaran; Penetapan Program; (3) Identifikasi isi program; (4) Identifikasi prinsip-prinsip belajar; (5) Pelaksanaan program; (6) Identifikasi manfaat; dan (7) Penilaian pelaksanaan program.
Dengan mengacu kepada kedua pemikiran di atas, berikut ini akan diuraikan tentang tahapan-tahapan dalam kegiatan pelatihan, yang mencakup: (1) penentuan kebutuhan; (2) penentuan sasaran; (3) penentuan program; (4) penerapan prinsip-prinsip belajar; dan (5) penilaian kegiatan.

1. Penentuan Kebutuhan
Penentuan kebutuhan merupakan langkah awal yang amat penting untuk dilakukan . Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kebutuhan secara cermat. Dengan melalui analisis kebutuhan yang cermat dapat diyakinkan bahwa kegiatan pelatihan memang benar-benar perlu dilakukan, jadi tidak hanya sekedar proyek yang sifatnya diada-adakan, tanpa hasil dan tujuan yang jelas. Dalam mengidentifikasi kebutuhan akan pelatihan, terdapat tiga pihak yang perlu dilibatkan, yaitu :
1.   satuan organisasi (sekolah atau dinas pendidikan) yang mengelola sumber daya manusia yang bertugas mengidentifikasi kebutuhanorganisasi secara keseluruhan, baik untuk kepentingan sekarang maupun dalam kerangka mempersiapkan organisasi menghadapi tantangan masa depan;
2.      para kepala sekolah; karena bagaimanapun mereka merupakan orang-orang yang paling bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan satuan-satuan kerja yang dipimpinnya. Dengan demikian, mereka dianggap sebagai orang yang paling mengetahui jenis kebutuhan pelatihan yang diperlukan.
3.    guru yang bersangkutan; banyak sekolah yang memberikan kesempatan kepada para gurunya untuk mencalonkan diri sendiri mengikuti program pelatihan tertentu. Titik tolak pemberian kesempatan ini ialah bahwa para guru yang sudah matang secara intelektual memiliki kecenderungan untuk menyadari kelemahan-kelemahan yang masih terdapat dalam dirinya, sehingga membutuhkan adanya usaha pembelajaran.
Bagaimanapun kegiatan pelatihan merupakan beban anggaran tersendiri yang harus dipikul oleh sekolah. Oleh karena itu, jika kegiatan pelatihan dilakukan tanpa adanya analisis kebutuhan secara cermat, pada akhirnya dikhawatirkan tidak akan memberikan manfaat apa pun bagi guru atau pun bagi sekolah. Dengan sendirinya, yang semula pelatihan dimaksudkan untuk kepentingan efektifvitas dan efisiensi, malah terbalik menjadi kegiatan yang hanya pemborosan saja.
2. Penentuan Sasaran
Berdasarkan analisis kebutuhan selanjutnya dapat ditetapkan berbagai sasaran yang ingin dicapai dari suatu kegiatan pelatihan, baik yang bersifat teknikal maupun behavioral. Bagi penyelenggara, penentuan sasaran ini memiliki arti penting sebagai: (1) tolok ukur kelak untuk menentukan berhasil tidaknya program pelatihan; (2) bahan dalam usaha menentukan langkah selanjutnya, seperti menentukan isi program dan metode pelatihan yang sesuai.
Sedangkan bagi peserta penentuan sasaran bermanfaat dalam persiapan dan usaha apa yang seyogyanya mereka lakukan agar dapat memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari kegiatan pelatihan yang diikutinya.
3. Penentuan Program
Setelah dilakukan analisis kebutuhan dan ditetapkan sasaran yang ingin dicapai, selanjutnya dapat ditetapkan program pelatihan. Dalam penentuan program terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan yakni berkenaan dengan jawaban dari beberapa pertanyaan berikut:
·           Kemampuan apa yang hendak dicapai?
·           Materi apa yang perlu disiapkan?
·           Kapan waktu yang terbaik untuk dilaksanakan pelatihan?
·           Dimana tempat yang paling memungkinkan untuk dilaksanakan pelatihan?
·           Berapa biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pelatihan?
·           Siapa yang paling tepat untuk ditunjuk sebagai instruktur?,  dan
·           Bagaimana pelatihan itu sebaiknya dilaksanakan?
Jawaban pertanyaan-pertanyan ini pada intinya merujuk kepada efektivias dan efisiensi kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan.
4. Penerapan Prinsip-Prinsip Belajar
Agar pelatihan ini dapat mencapai sasaran atau tujuan yang diharapkan, maka kegiatan pelatihan berlangsung seyogyanya dapat memperhatikan dan menerapkan sejumlah prinsip belajar. Dalam hal ini Nasution (Daeng Sudirwo,2002) mengetengahkan tiga belas prinsip dalam belajar, yakni :
1.      Agar-agar seorang benar-benar belajar, ia harus mempunyai suatu tujuan.
2.      Tujuan itu harus timbul dari atau berhubungan dengan kebutuhan hidupnya dan bukan karena dipaksakan oleh orang lain.
3.      Orang itu harus bersedia mengalami bermacam-macam kesulitan dan berusaha dengan tekun untuk mencapai tujuan yang berharga baginya.
4.         Belajar itu harus terbukti dari perubahan kelakuannya.
5.   Selain tujuan pokok yang hendak dicapai, diperolehnya pula hasil sambilan. Misalnya tidak hanya bertambah keterampilan pekerjaannya saja, tetapi juga memperoleh minat yang lebih besar dalam bidang yang ditekuninya.
6.         Belajar lebih berhasil dengan jalan berbuat atau melakukan.
7.    Seseorang belajar sebagai keseluruhan, tidak hanya aspek intelektual namun termasuk pula aspek emosional, sosial, etis dan sebagainya.
8.         Seseorang memerlukan bantuan dan bimbingan dari orang lain.
9.      Untuk belajar diperlukan insight. Apa yang dipelajari harus benar-benar dipahami. Belajar bukan sekedar menghafal fakta lepas secara verbalistis.
10.  Disamping mengejar tujuan belajar yang sebenarnya, seseorang sering mengejar tujuan-tujuan lain. Misalnya, disamping memperoleh keterampilan dari apa yang diberikan dalam pelatihan. Juga, seseorang memiliki tujuan lain, seperti promosi jabatan, kepercayaan dari atasan dan sebagainya.
11.     Belajar lebih berhasil, apabila usaha itu memberi sukses yang menyenangkan.
12.     Ulangan dan latihan perlu akan tetapi harus didahului oleh pemahaman.
13.     Belajar hanya mungkin kalau ada kemauan dan hasrat untuk belajar.
5. Penilaian Pelaksanaan Program
Pelaksanaan suatu program dapat dikatakan berhasil jika dalam diri peserta tersebut terjadi suatu proses transformasi. Proses transformasi dapat dinyatakan berlangsung dengan baik apabila terjadi paling sedikit dua hal, yaitu :
1.      peningkatan kemampuan dalam melaksanakan tugas
2.      perubahan perilaku yang tercermin pada sikap, disiplin, dan etos kerja.
Untuk mengetahui terjadi tidaknya perubahan tersebut dilakukan penilaian, baik yang berkenaan dengan aspek teknis maupun behavioral. Dengan demikian, bahwa penilaian harus diselenggarakan secara sistematis, dengan-langkah sebagai berikut:
1.         penentuan kriteria keberhasilan yang ditetapkan sebelum program pelatihan diselengggarakan
2.    penyelenggaraan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan para guru sekarang, guna memperoleh informasi tentang program pelatihan apa yang tepat diselenggarakan.
3.     pelaksanaan ujian pasca pelatihan untuk melihat apakah memang terjadi transformasi yang diharapkan atau tidak dan apakah transformasi tersebut tercermin dalam pelaksanaan pekerjaan masing-masing guru.
4.      tindak lanjut yang berkesinambungan. Salah satu ukuran tolok ukur penting dalam menilai berhasil tidaknya suatu program pelatihan ialah apabila transformasi yang diharapkan memang terjadi untuk kurun waktu yang cukup panjang di masa depan, tidak hanya segera setelah program tersebut selesai diselenggarakan
=============
SUMBER BACAAN
Alan Cowling & Philip James. 1996. The Essence of Personnel Management an Industrial Relation (terjemahan). Yogyakarta : ANDI
Daeng Sudirwo.2002. Kurikulum Pembelajaran Dalam Rangka Otonomi Daerah, Bandung : Andira
Indriyo Gito Sudarmo dan Agus Mulyono. 1990. Prinsip Dasar Manajemen (edisi 3). Yogyakarta : BPFE.
Robert Bacal .1999. Performance Management. (Alih Bahasa). Jakarta : PT. Gramedia.
Sondang P. Siagian .1991. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara

PERISTIWA PADA BULAN-BULAN HIJRIYAH


PERISTIWA-PERISTIWA YANG TERJADI DI TAHUN HIJRIYAH

1 Muharram
Kaum Muslimin Menguasai Mesir
Tanggal, 1 Muharram tahun 19 Hijriah, pasukan muslimin berhasil menguasai Mesir dan mengusir penjajah kekaisaran Roma dari kawasan itu. Perjuangan kaum muslimin itu bisa berhasil karena mendapatkan dukungan meluas dari rakyat yang sudah sangat tertekan akibat represi Kerajaan Roma. Setelah berhasil jatuh ke tangan para pejuang Islam, Mesir berubah menjadi kawasan Islami dan hampir seluruh rakyatnya memeluk agama Islam.

Shahibul Ma'alim Wafat
Tanggal 1 Muharram 1011 Hijriah, Syaikh Hasan bin Zainul Abidin yang lebih dikenal dengan nama Shahibul Ma'alim, seorang ulama besar Islam meninggal dunia. Ia dilahirkan di Jabal Amil, sebuah kawasan di selatan Libanon pada tahun ‎‎959 Hijriah. Ia adalah putera Syahid Tsani, seorang marja besar dunia Islam zaman itu. Sejak usia kanak-kanak, Syaikh Hasan telah mempelajari ilmu-ilmu keislaman. Kemudian, berkat bakatnya yang sangat hebat di dunia keilmuan, Syaikh Hasan dengan segera menjadi ulama terpandang dunia Islam. Di antara buku-buku yang menjadi karya tulisannya semasa hidup adalah sebuah kitab berjudul "Ma'alimud-Din wa Maladzul-Mujtahidin".

Masjidul Haram Dikuasai Kelompok Bersenjata
Tanggal 1 Muharram tahun 1400 Hijriah, sekitar 300 orang bersenjata menguasai Masjidul Haram sebagai simbol perlawanan mereka terhadap Keluarga Kerajaan Saudi yang berkuasa. Aksi bersenjata ini dipimpin oleh Jahiman Al-Otaiba. Penguasaan atas Masjidul Haram ini berlangsung selama dua minggu. Akhirnya, setelah mendapatkan bantuan dari tentara Perancis, dengan menggunakan berbagai senjata berat, tentara Arab Saudi berhasil mengusir pasukan Al-Otaiba dan menguasai kembali Masjidul Haram. Selama bentrokan berlangsung, Masjidul Haram bersimbah darah akibat terbunuhnya 244 orang dari kedua belah pihak. Satu bulan setengah kemudian, 36 sisa pasukan Al-Otaiba berhasil ditangkap dan dihukum mati sehingga pemberontakan tersebut betul-betul padam.

2 Muharram
Imam Husain Tiba di Karbala
Tanggal 2 Muharram 61 Hijriah, Imam Husain a.s., cucu Rasulullah SAWW bersama dengan anggota keluarga dan sahabat setia beliau, tiba di tanah Karbala. Beberapa bulan sebelumnya, Imam Husain dalam rangka penolakannya untuk berbaiat atau berjanji setia kepada Yazid bin Muawiyah yang mengangkat diri sebagai khalifah kaum muslimin, pergi meninggalkan kota Madinah menuju Mekah. Sementara itu, ribuan surat dari warga Kufah disampaikan kepada Imam Husain untuk mengundang beliau agar datang ke kota itu untuk memimpin perjuangan melawan Khalifah Yazid yang sangat kejam. Untuk memenuhi undangan itu, Imam Husain beserta 72 orang rombongan beliau, meninggalkan kota Madinah menuju Irak. Namun, ternyata warga Kufah yang mendapat represi dari pemerintahan Yazid, berbalik menentang Imam Husain, sehingga sebelum sampai ke kota Kufah, Imam Husain sudah dicegat oleh pasukan Kufah dan digiring ke Karbala.

3 Muharram
Rasulullah Mengirim Surat Kepada Raja-Raja
Tanggal 3 Muharram 7 Hijriah, Rasulullah SAW mulai mengirimkan surat-surat kepada raja-raja di berbagai penjuru dunia untuk mengajak mereka memeluk agama Islam. Sejarawan mencatat, jumlah surat yang dikirim Rasulullah itu antara ‎‎12 hingga 26 surat, di antaranya dikirimkan kepada Raja Roma, Iran, Habasyah, Bahrain, dan Yaman. Pengiriman surat ini menunjukkan bahwa cara penyebaran ajaran Islam adalah dengan menggunakan logika, penjelasan, dan argumentasi, bukan dengan pedang. Beberapa tahun setelah pengiriman surat tersebut, Islam menyebar ke berbagai penjuru dunia.

Ibnu Khuluf Lahir
Tanggal 3 Muharram 829 Hijriah, Ibnu Khuluf, seorang cendikiawan dan sastrawan terkenal kaum muslimin, terlahir ke dunia. Pada masa kanak-kanaknya, Ibnu Khuluf pergi ke Mekah, lalu ke Baitul Maqdis, dan akhirnya ke Kairo, untuk menuntut ilmu. Pada usia 26 tahun, Ibnu Khuluf telah masuk ke dalam jajaran cendikiawan terkemuka di Kairo saat itu. Ibnu Khuluf banyak menciptakan syair-syair yang indah, di antaranya berisi puji-pujian kepada Rasulullah SAWW.

4 Muharram
Abul Qasim Muhammad Baghdadi Meninggal
Tanggal 4 Muharram 485 Hijriah, Abul Qasim Muhammad Baghdadi, yang terkenal dengan nama Ibnu Naqiya, seorang penyair dan penulis terkenal dari Bagdad, meninggal dunia. Abul Qasim Baghdadi dikenal karena syair-syairnya yang indah, penuh hikmah, dan menggunakan bahasa yang sederhana, yang dimuat dalam buku kumpulan syairnya yang berjudul Maqamaat. Dalam buku ini, Ibnu Naqiya mengkritik kerusakan-kerusakan sosial dalam bentuk hikayat dan humor. Ibnu Naqiya juga menulis buku lain berjudul "Al-Jaman fi Tashbihaatil Quran" yang berisi penafsiran terhadap 226 ayat Al-Quran.

Abu Abdullah Muhammad Imrawi meninggal dunia
Tanggal 4 Muharram 1264 Hijriah, Abu Abdullah Muhammad Imrawi Fasi yang terkenal dengan gelar Ibn Idris, seorang menteri, penulis dan penyair muslim Maroko meninggal dunia. Dia memulai pelajarannya dengan menghafal Al Quran, lalu mempelajari ilmu nahwi dan sastra Arab. Sebelumnya, Ibn Idris bekerja petugas perpustakaan, kemudian bekerja sebagai juru tulis. Dia juga pernah bekerja sebagai juru tulis para sejarawan terkenal di zamannya. Dengan cara ini dia mendapat pengetahuan yang luas di bidang menulis kasidah mengenai serangan Perancis ke Aljazair sebanyak 111 bait seraya menyeru umat Islam untuk berjihad. Tidak lama kemudian, karena konspirasi musuh, Ibnu Idris dipenjara dan disiksa oleh Sultan Maroko, lantaran dituduh sebagai pengerak utama pemberontakan. Selepas bebas dari penjara, Ibn Idris mengasingkan diri dan menumpukan perhatiannya dengan menulis syair. Kebanyakan syair-syairnya berisi pujian atas keagungan Rasulullah saw dan keindahan alam semesta.

5 Muharram
Molla Ahmad Meninggal Dunia
Tanggal 5 Muharram 1310 Hijriah, Molla Ahmad yang dikenal dengan Fadhel Maragheh'i, seorang ulama terkemuka Azerbaijan, barat laut Iran meninggal dunia.
Setelah bertahun-tahun belajar di Hauzah Ilmiah Najaf di Irak dan belajar pada ulama terkenal saat itu seperti Shaikh Murtadha Ansari akhirnya Molla Ahmad menjadi ulama yang mumpuni di bidang ilmu fiqih, usul fiqih serta ilmu-ilmu lainnya. Setelah menyelesaikan pelajarannya Molla Ahmad kembali ke Iran dan mulai mendidik murid. Molla Ahmad juga menulis beberapa kitab di beberapa displin ilmu. Di antara karya penting Molla Ahmad adalah kitab tafsir Al-qur'an dan catatan pinggir kitab-kitab kuno Islam.

6 Muharram
Sayyid Razi Meninggal
Tanggal 6 Muharram 406 Hijriah, Sayyid Muhammad Husain Musawi Baghdadi, yang terkenal dengan nama Sayyid Razi, seorang cendikiawam besar muslim, meninggal dunia pada usianya ke 47 tahun. Sejak masa kanak-kanak, Sayyid Razi telah mulai menuntut ilmu dari ulama-ulama besar zaman itu, di antaranya Syaikh Mufid. Dalam usia yang masih muda, Sayyid Razi telah berhasil mengusai ilmu-ilmu yang berkembang saat itu dan beliau kemudian mulai menyusun buku, di antaranya berjudul "Haqayiqut-Tanzil" dan "Mujazaatul Quran". Karya beliau yang terpenting adalah penyusunan kitab Nahjul Balaghah yang berupa kumpulan, khutbah, surat, doa, dan wasiat Imam Ali a.s.

7 Muharram
Ibn Mujawir Terlahir ke Dunia
Tanggal 7 Muharram 601 HQ, Yusuf Ibn Yaqub yang dikenal dengan sebutan Ibn Mujawir ahli sejarah Islam terlahir di kota Damaskus, Suriah. Ibn Mujawir melewatkan masa kecil dan remajanya di Baghdad, Irak dan belajar dari ulama terkenal di kota ini selanjutnya Ibn Mujawir melakukan perjalanan ke India dan setelah beberapa waktu menetap di negara ini, ia mulai mengadakan sejumlah perjalanan di anak benua Arab. Karya terpenting Ibn Mujawir adalah buku Tarikh Al-Mustabsir yang membahas kondisi politik, geografi dan sosial anak benua Arab secara detail. Selanjutnya para Orientalis mendukung kajian Ibn Mujawir dan menjadikannya rujukan bagi mereka dalam menganalisa negara Arab. Ibn Mujawir pada tahun 790 HQ dan di usia 89 tahun meninggal dunia.

Ayatullah Milani Lahir
Tanggal 7 Muharram 1313 Hijriah, Ayatullah Sayyid Hadi Milani, seorang marja'dan ulama besar Islam, terlahir ke dunia di kota Najaf, Irak. Beliau sejak kecil telah mulai mempelajari Al-Quran dan kemudian menuntut ilmu agama di hauzah ilmiah kota Najaf sampai mencapai derajat mujtahid. Selain itu, Ayatullah Milani juga menguasai bidang sastra Arab dan Persia. Kemudian, Ayatullah Milani mengabdikan hidupnya untuk mengajar dan menulis buku. Buku-buku karya beliau di antaranya berjudul "Muhadharah fi Fiqhil Imamiyah" yang terdiri dari 10 jilid.

8 Muharram
Abu Sahl Kuhi Lahir
Tanggal 8 Muharram tahun 329 Hijriah, Abu Sahl Kuhi, ahli matematika dan astronomi Iran, terlahir ke dunia. Sebagian besar umur Abu Sahl Kuhi dihabiskan di kota Bagdad yang merupakan pusat keilmuan dunia pada zaman itu. Selama 30 tahun, dia melakukan penelitian di bidang astronomi dan sebagai hasilnya, dia berhasil mendirikan observatorium yang kemudian dimanfaatkan oleh para ilmuwan setelahnya. Abu Sahl juga banyak menulis buku, di antaranya berjudul "Dawair Hamaseh".

9 Muharram
Hari Tasua

Tanggal 9 Muharram 61 Hijriah, tentara Yazid telah bersiap-siap untuk menyerang Imam Husein as dan para sahabatnya. Tetapi, Imam Husein as mengutus saudaranya bernama Abul Fadhl kepada pihak musuh untuk melakukan solat, berdoa, dan bermunajat pada Allah swt. Pada malam tersebut, Imam Husein as memanggil keluarga dan sahabatnya. Setelah memuji kebesaran Tuhan, Imam Husein mempersilahkan para sahabatnya agar menggunakan kegelapan malam itu untuk menyelamatkan diri dan pergi dari medan peperangan, karena keesokan harinya, tidak ada seorangpun yang akan selamat dalam pertempuran melawan tentera Yazid. Namun, keluarga dan sahabat Imam Husein as bertekad untuk memberi dukungan kepada agama Allah dan cucu Rasulullah selagi hayat dikandung badan. Pada malam Asyura itu, sahara Karbala menjadi tempat beribadah yang paling indah dan menunjukkan puncak keimanan kafilah Imam Husein as.

10 Muharram
Imam Husain Gugur Syahid
Tanggal 10 Muharram tahun 61 Hijriah, Imam Husain a.s. gugur syahid di Padang Karbala. Sebelumnya, Imam Husain a.s. dipaksa untuk berbaiat kepada Yazid yang telah mengangkat diri sebagai khalifah umat muslimin. Imam Husain menolak berbaiat dan beliau bersama 72 sahabat dan anggota keluarganya, meninggalkan Madinah untuk menuju kota Kufah. Sebelumnya, rakyat kota Kufah mengundang beliau agar memimpin perjuangan melawan Yazid. Namun, represi dari pemerintahan Yazid membuat rakyat Kufah berkhianat dan dalam perjalanan menuju Kufah, kafilah Imam Husain digiring ke Padang Karbala, di tepi sungai Eufrat. Akhirnya pada tanggal 10 Muharam, pasukan Yazid menyerang Imam Husain. Dalam pertempuran yang sangat tidak seimbang itu, Imam Husain dan para pembela setia beliau gugur syahid.

Makam Imam Ridha Dibom Teroris
Tanggal 10 Muharram tahun 1415 Hijriah, sebuah bom meledak di makam Imam Ridha a.s., imam ke-delapan para pengikut Ahlul Bait Rasulullah. Bom tersebut dipasang oleh kelompok teroris Mujahidin Khalq (MKO). Pada hari itu, kompleks makam Imam Ridha penuh sesak dikunjungi para peziarah yang tengah memperingati hari Asyura atau hari gugur syahidnya Imam Husain a.s. Puluhan peziarah gugur syahid dalam peristiwa terorisme ini dan makam Imam Ridha a.s. rusak berat.

11 Muharram
Abu Isa Turmudzi Meninggal Dunia
Tanggal 11 Muharram tahun 279 Hijriah, Abu Isa Turmudzi, seorang penghapal Quran dan ahli hadis terkenal muslim, terlahir ke dunia. Abu Isa Turmudzi dalam rangka menuntut ilmu dan mengumpulkan hadis, melakukan perjalanan ke berbagai penjuru dunia Islam. Karya Abu Isa Turmudzi yang paling terkenal adalah "Jami' Turmudzi" yang merupakan kumpulan hadis yang hingga kini dijadikan salah buku rujukan hadis paling utama di kalangan kaum muslimin.

12 Muharram
Kafilah Karbala Tiba di Kufah
Tanggal 12 Muharram tahun 61 Hijriah, setelah Imam Husain dan para pejuang Karbala gugur syahid, para anggota kafilah yang tersisa, yaitu kaum perempuan, anak-anak, dan Imam Ali Zainal Abidin, yang saat itu tengah sakit parah, digiring oleh pasukan Yazid ke kota Kufah. Di hadapan rakyat kota Kufah, Imam Ali Zainal Abidin dan Sayyidah Zainab, saudara perempuan Imam Husain a.s., dengan jelas dan keras mengecam sikap rakyat kota itu yang telah mengkhianati Imam Husain. Selain itu, mereka juga menyampaikan pesan dan risalah perjuangan Imam Husain a.s. dalam melawan kezaliman.

Imam Ali Zainal Abidin Syahid
Tanggal 12 Muharram tahun 95 Hijriah, Imam Ali Zainal Abidin, putra Imam Husain a.s., yang terkenal dengan nama Imam Sajad, gugur syahid. Imam Sajjad adalah salah satu saksi peristiwa Karbala. Saat itu, beliau sakit keras sehingga tidak bisa ikut bertarung melawan pasukan Yazid. Setelah gugur syahidnya Imam Husain di Karbala, tampuk imamah diambil alih oleh Imam Sajjad a.s. Sepanjang hidupnya, Imam Sajajd selalu berjuang menyebarkan ajaran Islam yang hakiki dan menyampaikan pesan perjuangan Karbala. Imam Sajajd dikenal sebagai orang yang sangat rajin beribadah dan bermunjat kepada Allah. Doa-doa indah yang sering beliau ucapkan, dikumpulkan dalam sebuah buku berjudul "Sahifah Sajadiah".

14 Muharram
Husain bin Hujjaj Bagdadi Lahir
Tanggal 14 Muharram tahun 330 Hijriah, Husain bin Hujjaj Bagdadi, seorang cendekiawan dan sastrawan Iran terkenal, terlahir ke dunia. Bagdadi sangat mahir dalam menciptakan syair-syair indah yang bernilai tinggi sampai-sampai sejarawan seperti Ibnu Khalkan menjulukinya sebagai "Guru Kedua" di bidang syair. Syair-syair ciptaan Bagdadi sebagian besarnya merupakan puji-pujian terhadap Rasulullah dan Ahlul Baitnya a.s. serta tentang kezaliman para penguasa zaman itu.

Sayed Sadruddin meninggal dunia
Tanggal 14 Muharram 1263 Hijriah, Sayed Sadruddin Musawi Amili, seorang ulama dan muhaddis terkemuka meninggal dunia di Isfahan, Iran. Beliau dilahirkan di kota Jabal Amil, Lebanon. Di masa kecilnya, Sayed Musawi Amili hijrah ke Irak. Setelah menamatkan kuliah agamanya di Hauzah Ilmiah Najaf. Beliau pun mulai aktif menulis dan melakukan sejumlah penelitian. Tak lama kemudian, Sayed Musawi Amili menjadi pakar di bidang fiqh, usul fiqh dan hadis. Beliau banyak meninggalkan sejumlah buku penting di bidang fiqh dan usul fiqh. Selain itu beliau juga menulis buku nahu yang menggunakan sejumlah misal dan dalil dari Al-Quran.

15 Muharram
Ibn Sakan Meninggal Dunia
Tanggal Pada tanggal 15 Muharram 303 hijriah, Ibn Sakan, ilmuan dan ahli hadis terkenal abad ke empat hijriah meninggal dunia. Dia lahir pada tahun 294 hijriah di kota Baghdad dan melakukan banyak perjalanan dalam rangka menimba ilmu pengetahuan. Di Khorasan, Irak, Syam dan Mesir beliau mengumpulkan dan mencatat hadis, sehingga akhirnya memilih untuk menetap di Mesir. Dia banyak memperoleh riwayat dan hadis karena melakukan kunjungan ke berbagai negeri Islam dan berjumpa dengan para perawi hadis. Di antara karya pentingnya ialah Al Huruf Fis Shahabah yang membahas tentang sejarah para sahabat nabi.


Ali bin Musa bin Ja'far lahir
Tanggal 15 Muharram tahun 589 hijriah, Ali bin Musa bin Ja'far yang terkenal dengan nama Sayyid ibn Tawus, faqih, ahli hadis dan ulama terkenal muslim lahir di Hillah, Irak. Beliau memenuhi waktunya dengan belajar sejak kanak-kanak hingga menginjak usia remaja. Kemudian beliau berpindah ke Baghdad dan tinggal disana selama 15 tahun. Sayid Ibnu Tawus merupakan salah seorang ilmuan terkemuka karena kedalaman ilmu, ketaqwaan dan akhlaknya. Ibn Tawus menghasilkan banyak karya yang menjadi sumber rujukan dalam kepustakaan Islam. Diantara karyanya yang terkenal ialah Al-Luhuf ‘ala Qatlat Thufuf berkaitan dengan kebangkitan Imam Husein dan peristiwa Asyura yang merupakan buku yang sangat berharga. Buku ini telah berulang kali dicetak di Iran, Lebanon dan Najaf. Karya lain Ibnu Tawus ialah "Sa'dus Su'ud" dan "Al-Iqbal bi Shalihil A'mal". Sayid Ibnu Tawus wafat pada tahun 664 hijriah dalam usia 75 tahun.

16 Muharram
Abdul Qadir Al-Jazairi Ditangkap
Tanggal 16 Muharram tahun 1260 Hijriah Qamariyah, Amir Abdul Qadir Al Jazairi telah ditangkap selepas 15 tahun berjuang melawan bangsa penjajah Perancis. Diantara sebab kekalahan Amir Abdul Qadir ialah karena di dalam Aljazair, ia tidak memiliki markas dan pangkalan untuk mengatur perjuangan ,sementara seluruh negara berada di bawah jajahan Perancis. Akhirnya Abdul Qadir terpaksa berjuang menentang Perancis di kawasan perbatasan Aljazair dan Maroko. Tetapi penguasa Maroko yang berada di bawah kekuasaan Perancis, tidak lagi mengizinkannya untuk menggunakan kawasan-kawasan perbatasan Maroko, dan ia mengusirnya keluar dari negara ini. Perkara ini menyebabkan Perancis berhasil mengalahkan Amir Abdul Qadir yang berniat menegakkan pemerintahan terpadu dan independen diseluruh Afrika utara, serta mengusir penjajah dari Aljazair. Selepas dipenjarakan selama 9 tahun di Perancis, Abdul Qadir dibebaskan dengan syarat tidak kembali ke negaranya.

17 Muharram
Nawaruddin Jami Meninggal
Tanggal 17 Muharram tahun 898 Hijriah, Nawaruddin Abdurrahman Jami', seorang penyair sufi terkenal Iran, meninggal dunia di kota Herat, Afganistan. Nawaruddin Jami melalui masa mudanya di kota Herat dan Samarkan, dan di sana pula ia menutut ilmu-ilmu yang berkembang di zaman itu. Kemudian, Nawaruddin Jami berkenalan dengan para sufi terkenal zaman itu dan iapun mulai menempuh tahapan-tahapan sufisme sehingga akhirnya menjadi salah seorang sufi terkemuka. Nawaruddin Jami sangat mencintai Rasulullah dan keluarganya, dan ia tidak pernah menciptakan syair-syair yang memuji para raja dan sultan. Di antara karya Jami adalah "Baharestan" dan "Syawahid Nubuwah".

Sheikh Baha'i Lahir
Tanggal 17 Muharram tahun 953 Hijriah, Bahauddin Amily, yang terkenal dengan nama Syeikh Bahai, seorang cendekiawan muslim besar, terlahir ke dunia di Libanon. Pada masa kecilnya, oleh ayahnya yang juga seorang ulama besar Libanon, Bahauddin Amily dibawa ke Iran dan di sana ia menuntut berbagai ilmu yang berkembang di zaman itu. Dalam waktu singkat, dia berhasil meraih derajat tinggi di bidang keilmuan sehingga digelari Syaikhul Islam. Sheikh Bahai meninggalkan karya penulisan lebih dari 88 jilid kitab dalam bahasa Arab dan Persia, di antaranya berjudul "Jami' Abbasi." Belaiu meninggal tahun 1030 Hijriah di kota Isfahan Iran.

18 Muharram
Ayatollah Syeikh Muhammad Hasam Mamkani Meninggal Dunia
Tanggal 18 Muharram 1323 hijriah, Ayatollah Syeikh Muhammad Hasan Mamkani seorang ulama dan fuqaha muslim meninggal dunia. Beliau merupakan seorang ulama terkemuka dan mujtahid besar yang dikenal karena ketaqwaannya. Selain pakar dalam bidang fiqih, beliau juga dikenal zuhud. Diantara buku-buku yang ditulisnya Dzarai' Al Ahkam yang berkaitan dengan hukum Islam dan Mujalladatul Basyari dalam bidang usul fiqih. Ayatollah Mamkani juga menulis syarah dan penjelasan untuk kitab-kitab karya Syekh Mortaza Anshari.

19 Muharram
Hasan bin Buyeh dikenali dengan Ruknud Daulah
Tanggal 19 Muharram tahun 366 hijirah, Hasan bin Buyeh yang dikenal dengan gelar Ruknud Daulah, salah seorang penguasa dinasti Aali Buyeh. Ruknud Daulah berkuasa di wilayah selatan dan barat Iran. Aali Buyeh adalah dinasti yang berkuasa di Iran dan Irak sejak tahun 320 hijriah. Banyak penguasa Aali Buyeh yang memberikan perhatian besar kepada perkembangan ilmu dan kebudayaan Islam. Hubungan dinasti ini dengan para ilmuan dan ulama tercatat dalam sejarah.

20 Muharram
Mirza turun dari jabatannya
Tanggal 20 Muharram tahun 1268 Hijriah, Mirza Taqi Khan Amir Kabir turun dari jabatannya. Beliau merupakan salah seorang dari tokoh politik terkenal Iran pada era Dinasti Qajar dan pernah menjadi perdana menteri pada masa kekuasaan Shah Nasiruddin.
Amir Kabir adalah seorang tokoh yang independen, beriman, pengembang ilmu dan pencinta budaya, serta merupakan salah seorang pelopor reformasi dan pencetus ide-ide cemerlang dalam bidang ilmu, pendidikan, dan budaya di Iran. Beliau berusaha keras untuk memajukan rakyat Iran dan di sepanjang era kepemimpinannya, dia telah melakukan banyak kebijakan dan reformasi. Amir Kabir juga dikenal sebagai pemimpin yang berusaha untuk mencegah dan menghalangi campur tangan asing dalam urusan Iran, dan berusaha menghentikan perampokan dan perampasan harta dan kekayaan negara oleh agresor dan imperialis.

Di antara hasil-hasil karya beliau adalah pendirian Madrasah Darul Funun, penerbitan dan penerjemahan buku-buku, surat kabar ilmiah dan sastra. Namun segala usaha dan perjuangan Amir Kabir untuk meninggikan derajat bangsa Iran telah menyebabkan kemarahan dan kebencian para imperialis dan antek-antek mereka di dalam negeri. Akibat tekanan dan konspirasi dari musuh-musuh Amir Kabir, Shah Qajar memecat beliau dari jabatannya sebagai perdana menteri. Amir Kabir kemudian dibuang ke Kashan dan akhirnya terbunuh di sana.

21 Muharram
Allamah Hilli Meninggal Dunia
Tanggal 21 Muharram tahun 726 hijriah, Allamah Hilli, faqih dan ulama besar Islam meninggal dunia. Beliau lahir di kota Hillah Irak dari seorang ayah yang juga ulama besar Islam bernama Sadiduddin Ali. Allamah Hilli sejak masa kanak-kanak sudah menunjukkan bakat yang tinggi dalam bidang keilmuan, dengan menimba ilmu al-Quran dan ilmu-ilmu lainnya. Guru pertamanya adalah sang ayah sendiri. Setelah itu beliau berguru kepada ulama besar di zaman itu di antaranya Khajah Nasiruddin Thusi. Kecerdasan dan keuletan membuat beliau dengan cepat mencapai tingkat mujtahid.
Syahid Ayatollah Morteza Mutahhari mengenai Allamah Hilli mengatakan, "Allamah Hilli adalah salah satu keajaiban sejarah. Dalam ilmu fiqh, teologi, logika, filsafat, bahkan ilmu rijal, beliau meninggalkan karya penulisan yang jumlah mencapai sekitar seratus karya. Masing-masing dari karya yang ia tulis cukup membuktikan kedalaman ilmunya."

22 Muharram
Ibnu Haitsam Lahir
Tanggal 22 Muharram tahun 354 Hijriah, Abu Ali Hasan bin Haitsam Bashri, yang terkenal dengan nama Ibnu Haitsam, seorang ilmuwan terkemuka muslim, terlahir ke dunia di kota Basrah, Irak. Ibnu Haistam menguasai ilmu fisika, matematika, teknik sipil, logika, dan astronomi, dan dia menghasilkan banyak karya penulisan di bidang-bidang tersebut. Ibnu Haitsam banyak memberi pengaruh dalam perkembangan keilmuan Islam dan dunia.
Para ilmuwan Eropa banyak melakukan penelitian atas karya-karya Ibnu Haitsam, di antaranya Roger Bacon, seorang ilmuwan Inggris abad ke-13, yang dalam penelitiannya mengenai penggunaan matematika dalam ilmu alam, banyak menggunakan hasil-hasil eksperimen Ibnu Haitsam.
Karya penulisan Ibnu Haitsam yang terpenting berjuudul "Al-Manazir" yang terdiri dari 7 makalah mengenai keistimewaan cahaya. Terjemahan kitab ini dalam bahasa Latin pada abad pertengahan memberi pengaruh besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan di Barat . Ibnu Haitsam meninggal dunia tahun 430 di Kairo.

Sheikh Mohammad Meninggal Dunia
Tanggal 22 Muharram tahun 460 Hijriah, Sheikh Mohammad bin Hasan al-Thusi yang mendapat gelar kehormatan Sheikh Al-Thaifah, seorang muhaddits dan salah satu ulama terbesar sepanjang sejarah Islam meninggal dunia. Beliau lahir pada tahun 385 hijirah di Thus, kota di kawasan timur laut Iran. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, beliau bertolak ke Irak untuk menimba ilmu agama. Di sana Thusi berguru kepada para ulama besar di antara Sheikh Mufid dan Sayid Mortadha 'Alamul Huda. Berkat kecerdasan dan ketekunannya yang besar, Mohammad al-Thusi berhasil mencapai derajat keilmuan yang tinggi. Kedalaman ilmunya dengan cepat dikenal secara luas. Sheikh Thusi selanjutnya mendirikan lembaga pendidikan agama di kota Najaf, Irak. Lembaga pendidikan itu dengan berjalannya waktu semakin marak dan Najak menjelma sebagai pusat keilmuan sampai zaman ini.
Sheikh Thusi meninggalkan banyak karya penulisan di berbagai cabang ilmu seperti tafsir al-Quran, fiqh, usul fiqh, dan hadits. Salah satu karyanya yang terkenal adalah tafsir al-Quran Al-Tibyan yang terdiri atas sepuluh jilid. Di awal kitabnya ini, Sheikh Thusi membahas tentang ulumul Quran. Para mufassir mengakui bahwa kitab tafsir al-Tibyan adalah karya yang langka karena menjelaskan berbagai ilmu dalam kitab suci Al-Quran. Karya beliau yang lain adalah al-Tahdzib dan kitab al-Istibshahr, yang memuat hadits dan riwayat dari Rasulullah Saaw dan Ahlul Bait as tentang syariat dan fiqh. Dua kitab ini menjadi buku rujukan utama Syiah Imamiyah, bersama dengan al-Kafi karya Sheikh Kulaini dan Man Laa Yahdluruhul Faqih karya Sheikh Saduq.

23 Muharram
Allamah Mulla Mahdi Naraqi Wafat
Tanggal 23 Muharram tahun 1209 Hijriah, Allamah Mulla Mahdi Naraqi, seorang cendikiawan besar muslim, meninggal dunia. Beliau menyelesaikan pendidikan dasarnya di Iran dan kemudian melanjutkan menuntut ilmu di kota Najaf, Irak. Setelah berhasil menguasai berbagai bidang ilmu agama, Allamah Naraqi mengabdikan diri di bidang pengajaran, penelitian, dan penulisan buku. Karya Allamah Naraqi yang terpenting berjudul "Jami'us-Saadat" yang berisi pembahasan masalah akhlak. Karya beliau lainnya berjudul "Aniisul Muwahhidin" yang berisi masalah ushuluddin.

24 Muharram
Agha Muhammad Shah Wafat
Tanggal 24 Muharram tahun 1354 Hijriah, Agha Muhammad Shah, seorang penyair dan penulis drama muslim terkemuka di India, meninggal dunia. Agha Muhammad dilahirkan pada tahun 1296 Hijriah di kota Banares India dan memulai pendidikannya dengan belajar membaca dan menghapal Al-Quran. Ia kemudian mempelajari bahasa Arab dan Persia. Setelah itu, Agha Muhammad Shah mulai menulis syair dan naskah drama. Karya drama pertamanya berjudul Cahaya Cinta dan selama hidupnya, Agha Muhammad Shah menulis 36 naskah drama.

25 Muharram
Imam Sajjad Gugur Syahid
Tanggal 25 Muharram tahun 95 Hijriah, Imam Ali Zainal Abidin a.s., imam ke-empat kaum muslimin dan generasi kedua keturunan Rasulullah SAWW, gugur syahid. Imam Ali Zainal Abidin a.s. adalah putra dari Imam Husain a.s, cucu Rasulullah. Beliau dikenal amat rajin beribadah dan bersujud di hadapan Allah, sehingga dijuluki As-Sajjad. Imam Sajjad lahir tahun 38 Hijriah di Madinah. Pada tahun 63 Hijriah, Imam Sajjad turut menyertai ayah beliau yang berjuang melawan kezaliman pemerintahan Yazid, di Padang Karbala. Atas kehendak Allah, saat itu beliau jatuh sakit sehingga tidak bisa ikut bertempur. Setelah Imam Husain gugur syahid, tampuk imamah diemban oleh Imam Sajjad.


Koran Pertama Iran Terbit
Tanggal 25 Muharram tahun 1253 Hijriah, koran pertama di Iran diterbitkan dengan nama Kaqhaz-e Akhbar. Suratkabar ini diterbitkan oleh Mirza Salih Shirazi dan disebarluaskan di Teheran. Suratkabar Kaqhaz-e Akhbar terbit sebulan sekali dan berisi berita-berita tentang berbagai kota di Iran, Arab, dan Turki. Satu-satunya edisi yang masih tersisa dari koran ini disimpan di musium Britania.

26 Muharram
Syaikh Abdullah Tastari Meninggal
Tanggal 26 Muharram 1023 Hijriah, Syaikh Abdullah Tastari, seorang ulama terkemuka Iran, meninggal dunia. Beliau menuntut ilmu-ilmu agama dari ulama-ulama terkemuka pada zaman itu sampai akhirnya mencapai derajat mujtahid.
Beliau kemudian mengajar di hauzah ilmiah kota Isfahan dan di antara murid-murid beliau yang kelak menjadi ulama besar adalah Allamah Majlisi Awwal dan Mirza Muhammad Naini. Syaikh Abdullah Tastari juga meninggalkan banyak karya penulisan, di antaranya berjudul "Khaasul Quran" dan "Jaami'ul Fawaid".

Mirza Mohammad Hosein Lahir
Tanggal 26 Muharram 1298 H, Mirza Mohammad Hossein Adib Zadeh, seorang penyair Iran terlahir ke dunia. Setelah mengenyam pendidikan dasar, Mirza Mohammad mulai mempelajari bahasa dan sastra Arab. Setelah itu, dia lantas aktif melantunkan syair. Karya-karya yang ditinggalkan Mirza Mohammad diantaranya adalah Divan-e Ashar Adib-Zadeh, berisi kumpulan syair dan puisi bergaya ghazaliat, dan Ganjine-e Adab, berisi kumpulan puisi pilihan para penyair kuno dan kontemporer.

27 Muharram
Ayatullah Hani Meninggal
Tanggal 27 Muharram 1306 Hijriah, Ayatullah Haji Mula Ali Kani, seorang ulama besar muslim, meninggal dunia di kota Teheran. Beliau menuntut ilmu dari berbagai ulama terkemuka di hauzah ilmiah kota Najaf, di antaranya Syaikh Murtadha Ansari, sampai akhirnya mencapai derajat mujtahid. Kemudian, Ayatullah Kani kembali ke Iran dan menjadi salah seorang ulama yang aktif berjuang melawan kezaliman pemerintah. Beliau juga menulis banyak buku, di antaranya berjudul "Al-Qadha wa Syahadat".

28 Muharram
Bagdad Dikuasai Hulagu Khan
Tanggal 28 Muharam 656 Hijriah, kota Bagdad yang saat itu menjadi ibu kota pemerintahan Dinasti Abbasiah, ditaklukkan oleh Hulagu Khan, pemimpin bangsa Mongol. Dalam penaklukan itu, Khalifah Mu'tasham tewas dan menandai berakhirnya 500 tahun masa pemerintahan Dinasti Abbasiah.
Dalam serangan itu, pasukan Mongol melakukan pembunuhan massal dan penghancuran terhadap rumah-rumah dan bangunan penting di kota Bagdad. Sebelum menaklukkan Bagdad, pasukan Mongol juga menyerang sebagian kawasan di Iran dan melakukan pembunuhan massal terhadap rakyat Iran.

29 Muharram
Mohammad Herawi Meninggal Dunia
Tanggal 29 Muharram 903 H, Muhammad Herawi, sejarawan muslim asal kota Herat, meninggal dunia. Beliau lahir ditengah keluarga terpandang di kota Balakh, Afghanistan Utara. Namun, ia lebih banyak menghabiskan umurnya di kota Heart. Karena ilmunya yang luar, Herawi mendapat perhatian khusus dari Amir Ali Shir, seorang menteri Dinasti Gurkani yang sangat dikenal menghormati para ulama. Herawi meninggalkan karya monumental, Tarikh Raudhoh As-Shofa, yang mengulas sejarah umum dunia dari awal penciptaan alam hingga pada masanya.

Delapan Hal yang Membatalkan Puasa

Delapan Hal Yang Membatalkan Puasa Selain harus melaksanakan kewajiban-kewajiban pada saat puasa, kita juga dituntut untuk menjaga diri da...